Archive for December, 2005

Mujahid
Sayapnya masih terlihat rapuh, jalannya pun tertatih-tatih menahan berat tubuhnya yang berpeluh. Diantara dahan dan ranting-ranting kering dan lapuk, dia tetap berusaha dengan segenap tenaga yang ada, mencoba dan terus mencoba karena harapan kan selalu ada untuk menggapai mimpi, cita, dan cinta.

Di ketinggian sana, di atas gunung yang tinggi menjulang, di atas sebuah pohon besar yang kokoh bagaikan karang, dan di tengah percabangan dahan tempat dia terlahir dan dibesarkan, dia melepaskan pandangannya nun jauh kesana. Terlihat putih awan putih dihiasi jingga mengiringi kepergian sang senja yang berjalan mendampingi surya.

Dia tersenyum ketika sehelai bulunya jatuh tertiup angin. Pandangan dan senyumnya tak lepas dari bulunya yang jatuh dari satu pelukan angin ke pelukan angin lainnya, menari-nari di atas simfoni udara, diiringi nyanyian daun yang beradu seakan sebuah orkestra dengan suara merdu dan sendu.

Sehelai bulu itu terdengar berteriak keras sambil melepaskan tawanya, indah… Begitu indah alam ini, saat kau melayang-layang di udara, menari-nari di angkasa, kau akan merasakan keindahan yang luar biasa… cita-citamu kan segera terwujud jika kau mempunyai tekad membaja layaknya sang ombak yang tak pernah lelah menghantam kokohnya karang sang penjaga.

Lalu… sehelai bulu itu pun menyentuh tanah, mulai dari lututnya lalu tangannya kemudian keningnya, dia bersujud… dan terus bersujud dari satu tanah ke tanah yang lainnya. Sampai akhirnya dia terdiam, tak bergerak lagi.

Burung kecil itu membisu, termenung… dan dalam sekejap dia mulai mengembangkan sayapnya yang masih terlihat rapuh… lalu dia melompat sambil berteriak… Aku datang wahai angin… aku datang wahai awan… akan kutembus badai, kan kulalui segala aral merintang… untukmu cita, untukmu harapan, untuk Tuhan, dan atas nama keadilan…!!!

Dia tersenyum puas ketika dia tahu bahwa dia mampu, ketika sadar bahwa dia mulai tegar, ketika bisa karena mulai terbiasa, ketika jalan menuju cita terbentang bagai pelangi membelah awan, ketika harapan semakin kuat dan bukan hanya sekedar angan-angan.

Burung kecil itu mulai menari-nari bersama awan. Angin mencoba merintangi jalurnya terbang. Dengan segenap kekuatan burung kecil itu terus menghindar tanpa berusaha melawan, karena dia tahu angin bukanlah lawan melainkan kawan yang mencoba melatihnya dengan berperan sebagai aral yang melintang.

Lawannya di atas sana, gunung kesombongan, ketidak adilan, kerakusan, keserakahan, nafsu yang tak pernah berhenti meminta dan memelas agar segera dipenuhi dan merasa puas walau kenyataannya dia menipu karena dia tak mempunyai batas. Lawannya di bawah sana, lembah kesulitan, keprihatinan, kegelapan, khayalan, kecemasan, keputusasaan, ketakutan, kebingungan, dan lembah kehilangan. Lawan-lawan yang harus dia tundukkan…

Moga Allah Swt memberi kekuatan kepada para Mujahid Kecilku

Untuk Adikku yang terkecil
Awal Milenium saat menyambut kedatanganmu

Comments No Comments »

Pa_ketu
“Kepada Mujahid benteng kebenaran, selalu rindu akan lahir kejayaan. Kepada pewaris tahta nan gemilang, menatap tegak menyongsong masa depan. Kepada pewaris tahta nan gemilang, menatap tegak menyongsong masa depan.”

Waktu begitu cepat berlalu, tanpa terasa PKKJ telah lama berlalu meninggalkan kesan yang tlah sama-sama kita rasakan; pahit-manis, tawa dan tangis, kesal, begitupun duka dan suka. Semua bercampur menjadi satu rasa yang sungguh di luar batas kemampuan atma.

Ahqm sadar bahwa ahqm bukanlah seorang pemimpin yang baik untuk kalian, saat ahqm berubah menjadi sosok Umar bin Khaththab ketika Abu Bakar masih mampu memimpin, ahqm tahu bahwa a terlalu berlebihan dalam menyikapi sikap kalian di negeri yang jauh dari tempat kita tumbuh dan besar. Tapi semua yang ahqm lakukan untuk menjaga kalian, menjaga nama baik Almamater, menjaga agar kita meninggalkan kesan yang patut menjadi kebanggaan, bahwa Bandung, bukan hanya sekedar kota yang selalu melahirkan artis dan selebritis, tapi Bandung pun mampu melahirkan para mujahid dan mujahidah, para muballigh dan muballighat. Para generasi yang berakhlak tinggi, berakhlakul karimah, yang masih concern terhadap Dienul Islam, yang bangga Islam sebagai agamanya, yang bangga ketika mengenakan atribut Islami, yang selalu meneriakkan dengan lantang bahwa…. SAYA MUSLIM….!!! SAYA MUSLIMAH….!!! QABLA KULLI SYAI…..!!!

Baihaqi, Ismail, Mufti, Zaki, Cepi, Mujahid, Rifki, eM-in-Em…! Guys! masih ingat lirik nashid yang kita bawain saat malam terakhir di sana?

Feni, Dewi, Lela, Rika, Nining, Desti, Ami, Endah, Rita, Nurhai, Opie, Vivie. The way you look at me, masih tetep jadi soundtrack lamunan Aa saat benak ini menerawang kembali berada di sana!

I love you all.
Semoga taufik dan hidayah-Nya selalu menyertai setiap langkah kita, Amien!
Catatan, Juli 2005

Nb.
Jika antum semua membaca recent blog ini, silahkan isi coment untuk apa yang kita rasakan saat berada disana atau tanggapan ttg kepemimpinan ahqm, ttg sahabat2 kita, ttg masyarakat, tempat kita ngajar, anak-anak, pamong, ketua PD dan PJ, santri PPI 69, santri PPI 81, santri PPI Cikoneng. Atau apa saja yang pernah kamu rasakan.

Perlu kamu tahu, saat ini catatan ahqm ttg perjalanan kita disana (diary) kini mulai tersusun menjadi sebuah Novel…! Yups…. Novel kita….!

Untuk kelompok PKKJ lain, bisa juga mengisi di comment blog ini, catatan pengalaman kamu atau apa saja. Syukran katsiran, Allahu ya’khudzu biaidiina ilaa maa fiihi khairun lil islam wal muslimin.

Comments 2 Comments »

A_2t
Bagaimana jika yang kuinginkan hanyalah Dia?

Kadang aku bertanya pada iringan awan yang enggan menoleh ke arahku…
Kadang aku bertanya pada maya yang hadir tanpa kuundang…
Kadang aku bertanya pada pekatnya mata hati…
Kadang aku bertanya pada putihnya nurani…

Yang kutanyakan hanya satu… ya satu, tidak lebih
Benarkah cinta sejati itu ada?
Terlalu klise, memang! Tapi, ya… seperti itulah perasaanku kini.

Seekor bunglon menjawab, tidak ada! Aku berani bersumpah bahwa cinta sejati itu tidak pernah ada! Titik!

Seekor ayam pejantan menimpah, kalau benar cinta sejati itu ada, tolong pesankan buat aku satu! Sambil berlalu, dia mencibirkan mulutnya.

Tiga ekor babi, dua ekor jantan dan satu betina, dia poliandri seperti halnya orang kutub mereka ikut nimbrung serentak sambil menyegrukkan hidungnya berkata, khrrojrrk… cinta sejati itu hanya ada di film-film bung, pada kenyataannya non sense…. Khrrojrrk…!

Kepalaku mulai pusing…
Aku kehausan di tengah lautan…
Aku kelaparan di tengah lumbung padi…
Aku kedinginan di tengah terik padang pasir…
Aku kepanasan di hadapan beruang salju…
Aku kesepian di tengah keramaian…
Tapi aku tetap yakin bahwa cinta sejati itu memang ada!

Hakim, Friday, August 19, 2005.

Comments No Comments »

Efek
Dibanyak malam aku berdo’a, karena diri ini terus merasa bagai tanah lumpur yang bernoda, tiada bersih hanya penuh cela. Di banyak waktu aku tersadar hanya dosa dan dosa terhampar mesti tetes air mataku mengurai tak akan dosa mampu terlerai…
Ya Allah, hanya engkau yang bisa ampuni hamba tunjukkan cahaya
Ya Allah, engkau satu yang mampu pertolongan-Mu selamatkam aku
Tiada daya aku untuk melangkah bertemu dengan-Mu pun aku tak kuasa, tapi kepada siapa lagi ku memohon selain kepada-Mu.
kembali… aku…

Di banyak hari aku mencoba sebut nama-Mu tuk mengingatkan agar tak mengulang salah, salah yang sama… Salah yang selalu berakhir penyesalan…Memang penghambaanku belumlah sempurna segala nilai ibadah masih terpatri duniawi segala nilai amalan masih terbetik pujian. Ya Allah, tetapkan imanku untuk terus di jalan-Mu (Hakim, April 2004 From Star5)

Comments No Comments »