Begitulah hidup, tak pernah bisa terduga. Rasanya baru kemarin aku menangis, kini aku mulai tersenyum, bahkan aku dipaksa tertawa meski tanpa suara. Aaahhh, kawan! Aku lebih suka senyum ketimbang tawa. Namun, aku masih bingung kawan, dan tinggal dua pilihan sekarang. Pilihan ketiga telah terbuang hilang. Kawan, pilihan ini menentukan masa depanku, harapanku, cita-citaku, doa mereka yang peduli dan sayang padaku. Dalam kebahagiaanku aku bingung kawan. Semoga engkau tak ikut bingung.
Di akhir Januari yang indah ini aku tebarkan senyum, untukmu kawan dan untuk kebingungan.

Entries (RSS)