Rasulullah menanamkan sesuatu yang perlu menjadi aqidah bagi ummatnya… sesuatu yang perlu menjadi sebuah benteng untuk menahan diri dari keinginan-keinginan yang hanya akan menimbulkan Isrof (pola konsumtif) yang dengannya akan timbul alasan-alasan untuk membenarkan segala yang dilakukan. Rasulullah Saw bersabda, fainnal haya`a minal iimani, malu itu merupakan bagian dari Iman!

Padahal kita pun sama-sama mengetahui bahwa rasa malu merupakan salah satu tabi’at manusia. Akan tetapi kenapa Rasulullah menyatakan, fainnal haya`a minal iimani, maka tentu dalam arti biasa manusia itu akan timbul rasa malu ketika berhadapan dengan masalah-masalah yang dzahir, masalah-masalah yang tampak, bila terdengar dan terlihat maka rasa malu itu timbul, akan tetapi bila tidak terdengar, bila tidak terlihat hilang rasa malunya itu!!!

Inilah yang ditekankan oleh Rasulullah, fainnal haya`a minal iiman, apakah secara tampak ataupun secara tersembunyi, al-haya`u sudah menjadi aqidah dalam dirinya. (K.H.I.S)

No Responses to “Malu”
  1. nice article……… ;) hope, everyone has this feeling……
    coz, the destruction of the world begins with the loss of this feeling from the heart of humans

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>