Pada suatu saat Rasulullah kembali mengingatkan, satarauna atsaratan, pada satu saat kalian akan mendapatkan… kalian akan melihat atsarah. Yang dimaksud atsarah adalah, sikap manusia yang lebih mementingkan sarana dan fasilitas hidup daripada tujuan hidup yang asal. Maka wajar apabila satu saat manusia akan melakukan berbagai macam cara asal bisa tercapai apa yang diharapkan.

Akibat daripada atsarah, mementingkan sarana dan fasilitas seperti yang diungkapkan oleh Rasulullah, bukan berarti melarang makan, bukan berarti melarang minum. Tetapi, kuluu wasyrabuu walaa tusrifuu, silahkan makan, silahkan minum tetapi awas! kalian jangan berlebihan. Dengan berlebihan dari batas-batas keperluan, satu saat akan terjadi pelanggaran-pelanggaran batas. Yang diungkapkan Rasulullah makan dan minum akan tetapi pada kenyataannya bukan hanya dari segi makan dan minum saja, hanya, ungkapan seperti ini sekedar mengungkapkan sesuatu yang pada umumnya, wasfun lillbayaani haalil ghaalibi.

Dengan berbagai macam alasan orang bisa tersimpangkan perhatiannya tapi ingatlah, innallahu ‘aliimun bidzaatis sudur, bahwa apa yang ada dalam hati, bagi orang lain bisa tersembunyi, bagi manusia bisa tersembunyi tapi bagi Allah apa hakikatnya yang tersembunyi itu.

Wajarlah apabila Imam Al-Bukhari beliau membuat satu kitab kumpulan daripada beberapa bab, kitabul hiyali, dalam arti adalah kumpulan hadits-hadits yang menerangkan tentang hailah (alasan), inilah yang diterangkan Rasulullah, la tartakibuu martakabatil yahuudu fatastahilu maharimallah biadnal hiyali, ingatlah kalian!, kalian jangan berperilaku seperti orang-orang Yahudi, nanti akibatnya kalian akan menghalalkan yang diharamkan Allah, biadnal hiyali, dengan alasan-alasan yang sangat rendah.

Oleh karena itu, perlu kiranya kembali kita tekankan disini fungsi dari Al-Hayaa`u, rasa malu…

Hakim Blogs at “MALU”

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>