Fren…! Sore itu aku dan seorang rekan tiba di Toko Kitab Darul Fikr untuk membeli dan melihat kitab-kitab keluaran terbaru. Lemari pajangan menarik perhatianku untuk melihat-lihat kitab apa saja yang dipajang. Setelah bersalaman dan menjawab salam kami, Akhi Yanto, penjaga sekaligus pemilik toko itu dengan aksen Yogyanya mempersilahkan kami untuk melihat-lihat lemari pajangan yang berisi kitab-kitab salaf maupun kontemporer.
Sementara rekanku melihat-lihat kitab, aku melangkah menuju meja kasir tempat akhi Yanto duduk menunggu. Pria kelahiran Yogya ini sudah tidak asing lagi padaku karena aku dan rekanku ini salah satu langganan kitab di tokonya. Setelah bertanya kabar dan saling sapa, aku sedikit berbincang dengannya mengenai kota penerbit dengan suplai terbanyak toko ini, Beirut-Libanon. Dengan nada sedih, bapak dari tiga orang anak itu terdengar lirih mengatakan bahwa pagi tadi ia mendapat informasi dari temannya di Beirut, salah satu penerbit di negara libanon yang banyak mensuplai kitab ke tokonya luluh lantak terkena serangan bom udara tentara Israîl, dan ia mengatakan selama enam bulan ke depan suplai kitab dari Beirut tidak bisa masuk Indonesia.
Masya Allah, perang memang hanya menyisakan kerusakan dan kesedihan. Korban bukan hanya dari orang-orang militer maupun fasilitas mereka tapi masyarakat sipil dan fasilitasnya pun menjadi korban.

Entries (RSS)