Archive for December, 2006

"Semoga lebih baik ditahun ini!."
"Semoga usaha kita semakin lancar."
"Semoga segala yang kita inginkan terwujud."
"Semoga yang terjadi pada tahun lalu menjadi pelajaran untuk tahun depan."
"Semoga di tahun baru ini, lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya."Dan semoga-semoga yang lainnya.

Ada juga yang berucap, "Saatnya kita berintrofeksi diri akan setahun kemarin, dan mempersiapkan diri untuk tahun yang akan kita jelang."
Pun seorang ustadz berkhotbah,"Kita jadikan tahun baru ini sebagai momentum muhasabatunnafsi, introfeksi diri."
_____________________

Ucapan-ucapan
di atas tentu saja baik sekali, bahkan saya
sendiri mendukung ucapan seperti itu. Yang jadi masalah, kenapa
ucapan-ucapan baik seperti itu hanya terlontar menjelang pergantian
tahun, terlepas apakah itu tahun hijriah atau tahun masehi?!?

Momentum
kah yang dijadikan patokan? Kenapa? Bukankah setiap hari adalah
momentum berharga? Bahkan, bukankah setiap jam, setiap menit, setiap
detik, setiap satuan detik adalah momentum berharga?

Andai setiap "Hari" yang kita jelang bisa berkata tentu dia akan berucap,

"Aku adalah Hari yang baru, aku adalah Hari yang berbeda,
Hari kemarin adalah saudaraku yang telah mati
tapi dia akan tetap hidup karena manusia mengisinya
dengan kenangan dan pengalaman; baik itu positif maupun negatif.
Aku adalah Hari yang unik, hidupku hanya 24 jam berganti malam,
setelah itu aku mati dan diganti dengan Hari yang baru.
Manusia yang mengatakan hari-hari merupakan
suatu rutinitas (kebiasaan - hal yang sama) adalah sebuah kedustaan
yang dituduhkan padaku, apa yang mereka lakukan merupakan rutinitas,
sedangkan aku tetap Hari Baru."

Dalam Al-Quran, Allah berfirman,
"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah
setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok
(akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha
Mengetahui apa yang kamu kerjakan
." (Qs. Al-Hasyr [59]: 18)

Ayat
di atas mengajak kita untuk selalu berhati-hati (takwa) berintrofeksi
diri dan mempersiapkan agenda untuk esok hari. Kapan itu kita
lakukan?!? Hari ini, ya! Hari ini! Tentu saja. Karena setiap hari
adalah hari baru dan Allah Swt memerintahkan kita untuk memperhatikan
apa yang telah kita lakukan kemarin dan mempersiapkan untuk hari esok,
diantara keduanya adalah Hari Ini.

______________________________________

Bukan untukmu, untuknya, ataupun mereka tapi untukku sebagai renungan.

Comments No Comments »

Allah swt. mengumpamakan iman yang kuat seperti pohon yang akarnya menghunjam ke bumi, cabangnya menjulang ke langit, berdaun lebat, dan selalu berbuah.

“Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik (Laa Ilaha Illallah) seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke atas langit, pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya selalu ingat.” (Q.S. Ibrahim 14 : 24-25)

Agar pohon tetap subur dan kokoh, perlu dipelihara dengan memberinya air yang bagus dan pupuk yang berkualitas. Iman pun demikian, harus dirawat dan dipupuk. Di antara strategi agar iman tetap dalam keadaan kokoh yaitu,

1. Muhasabatunnafsi
Melakukan introspeksi diri. Mengidentifikasi apa saja kekurangan, kelemahan, dan kealfaan kita, lalu memperbaikinya dengan sungguh-sungguh. Apabila melakukan amal keburukan, cepatlah bertaubat dengan memperbanyak istighfar yang kemudian ditindaklanjuti dengan melakukan berbagai amal kebajikan yang Allah ridoi.

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Q.S. Al Hasyr/59: 18).

2. Riyadhah Ruhiyah
Latihan membiasakan melakukan amalan-amalan sunnah seperti shaum sunah, shalat Dhuha, Shalat Tahajud, Shalat Witir, dan amalan–amalan sunah lainnya yang berfungsi untuk menyuburkan ruhiyah, sehingga senantiasa merasakan kehadiran Allah dalam hidup.

3. Tadabbur Quran
Membaca, memahami, menghayati, serta mengamalkan Al Quran. Syukur-syukur kita bisa mengajarkannya. Usman bin ‘Affan r.a., berkata, “Rasulullah saw. bersabda, “Sebaik-baik dari kalian adalah yang mempelajari Al Quran, kemudian mengajarkannya.” (H.R. Bukhari).

Al Quran adalah kitab Allah sebagai petunjuk bagi manusia. Apabila menemukan fenomena-fenomena yang menimbulkan keraguan, maka solusinya adalah dengan mentadabburi Al Quran. “Kitab Al Quran ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa.” (Q.S. Al Baqarah 2: 2).

Dengan tadabbur Quran, hati menjadi bercahaya karena Al Quran berfungsi sebagai cahaya (penerang) bagi orang yang dalam kegelapan, yang diliputi oleh keragu-raguan, kebimbangan dalam menjalani kehidupan, sehingga mendapatkan kemampuan membedakan dengan jelas mana yang benar dan mana yang batil.

“Mengapa mereka tidak mentadabburi (memperhatikan) Al Quran, ataukah hati mereka terkunci?” (Q.S. Muhammad 47: 24)

4. Dzikrullah (banyak mengingat Allah).
Dengan mengingat Allah, hati akan menjadi tentram. Ketentraman itu terasa dari jiwa ihsan, yaitu merasakan Allah selalu melihatnya sehingga setiap aktivitasnya senantiasa ada dalam tataran fitrahnya (mengikuti petunjuk Allah), yaitu ada dalam situasi tentram dan damai, penuh keimanan yang merupakan cahaya didalam menjalani kehidupannya.

“Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang. Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman.” (Q.S. Al Ahzab 33: 41-43).

5. Memperbanyak do’a
Memohon pertolongan Allah agar hidup senantiasa ada dalam petunjuk-Nya, senantiasa berada dalam jalan yang pernah ditempuh oleh orang-orang yang telah mendapatkan anugerah nikmat-Nya seperti para nabi, shiddiqin, syuhada, dan shalihin.

“Dan barangsiapa yang menta’ati Allah dan Rasul Nya, mereka itu akan bersama-sama dengan orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu para nabi, para siddiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman-teman yang sebaik-baiknya.” (Q.S. An-Nisa 4: 69).

6. Mencintai fakir miskin dan anak yatim.
Abu Hurairah r.a. bercerita, sseseorang melaporkan kepada Rasulullah saw. tentang kegersangan qalbu yang dialaminya. Beliau saw., menegaskan, “Bila engkau mau menghidupkan qalbumu, beri makanlah orang-orang miskin dan cintai anak yatim.” (H.R. Ahmad).

Mencintai mereka diaplikasikan dalam bentuk zakat, infaq, shadaqah, dan kegiatan-kegiatan sosial yang dilandasi tujuan membahagiakan fakir, miskin, dan yatim sebagai ekspresi dari jiwa syukur atas anugerah kenikmatan Allah. Syukur adalah aktivitas yang lahir dari keyakinan bahwa harta yang dimilikinya adalah titipan Allah yang harus dipergunakan secara proporsional sesuai yang dikehendaki-Nya. Allah akan menambah nikmat bagi orang-orang yang bersyukur. Semakin banyak membahagiakan orang lain, akan semakin banyak kenikmatan hidup yang akan diraih. “…Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu dan jika mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (Q.S. Ibrahim/14: 7).

Itulah di antara strategi agar iman tetap kokoh. Sehingga iman yang kita miliki dapat diibaratkan seperti pohon yang kokoh, berdaun rindang, berbuah lebat, dapat dijadikan tempat berteduh, bersandar, dan berlindung orang-orang yang kepanasan dan kecapean. Apabila ada angin atau badai datang menimpanya, pohon tersebut akan tetap kokoh berdiri tegak, elegan, gagah, indah, dan mempesona. Wallahu A’lam.

* * *

Syukran to Ustadz Aam

Comments No Comments »

GMR FM Bandung, sebuah stasiun radio rock pertama di Indonesia mulai awal tahun 1994 kerap memutar demo rekaman band-band rock amatir asal Bandung, Jakarta dan sekitarnya. Dari demo-demo lagu ini telah melahirkan band-band papan atas. Sebut saja Pass Band, Padi, Coklat, Tujuh Kurcaci, Puppen, Pure Saturday, Mocca, bahkan Band Jamrud yang asalnya bernama Jam-Rock terlahir dari demo GMR ini. Band-band underground yang mulai meninggalkan idealisme music dan melihat pangsa pasar mulai naik daun dan menunjukkan kualitasnya dengan mengawinkan antara idealisme mereka dan idealisme produser.

Tahun 1996, aku bersama group bandku Adlee Accoustic Band mencoba keberuntungan dengan mengikuti mengikuti demo GMR ini dengan harapan masuk sepuluh besar dan tergabung dalam album kompilasi alternatif yang dijanjikan pihak Radio. Dengan antusias setelah demo lagu dikirim, kita pun nongkrong di depan radio dan ternyata rekaman demo kita terdengar… ada rasa bangga walau rekaman pada waktu itu tidak menggunakan mixing yang baik. Pihak studio rekaman saat lagu kami ditake menyatakan keoptimisannya bahwa lagu ini dapat diterima di pasar. Saat itu group Band Padi yang asal Surabaya, Tujuh Kurcaci, Mocca, Coklat, Pure Saturday, termasuk Peter Pan menjadi bagian band pesaing yang berusaha lolos kesepuluh besar.

Ternyata keberuntungan belum memihak, mixing yang buruk menjadi kambing hitam tidak lolosnya group band kami ke sepuluh besar. Group band yang masuk dalam sepuluh besar itu dan masuk dalam kompilasi album alternatif, saat ini telah menjadi band ternama yang lagu-lagunya banyak digandrungi pasaran.

Saat ini ketika melihat Padi, Peter Pan, Coklat aku termenung dan benakku melayang berada di atas stage dengan gitar di tangan layaknya Piyu atau Uki… namun ada rasa bersyukur menghinggapi. Jika saja dulu group bandku masuk sepuluh besar tergabung dalam album kompilasi alternatif lalu dilirik perusahaan rekaman dan terkenal, aku tidak mungkin ada disini… mungkin aku jauh dari agama… (sambil mengelus dada) kata urang sunda mah “ngupahan maneh” Hehe33x

Saat mendengar Andhika dan Indra hengkang dari Peter Pan, batinku mengelus, selalu saja ada masalah jika dunia sudah di tangan. Namun itu merupakan alur perjalanan sebuah group band, selalu saja ada yang terhengkang ataupun tetap berkuasa, seperti halnya Pay gitaris Slank, atau Ari Laso dari Dewa 19.

* * * * *

Malam itu, Ariel Peter Pan mampir ke Ma’had Pesantren tempat aku ngajar, saat aku tengah berada ditengah para santri. Kontan saja sebagian santriwati yang lumayan gaul dibuatnya histeris. “Waaah ternyata Pak Hakim kenalannya Ariel, gila pak! Salut pak! Kenalin dong pak!” begitu kehisterisan mereka. Malah sampai ada yang berkata, “Subhanallah banget pak Hakim…! Nggak nyangka…! Memang kapan kenal ma Ariel Pak…?”

Singkatnya Ariel perlu ngobrol empat mata denganku, aku ajak dia keruangan asatidz/guru. Sampai disana rekan-rekan sesama pengajar pun nampak bengong, heran, aneh… vokalis Peter Pan ngobrol akrab dengan si syeikh (panggilan akrabku di ma’had)…?!?

Setelah kurasa cukup basa-basi aku menanyakan maksud tujuan kedatangan silaturahmi yang dia bilang sebelumnya. Karena tidak sewajarnya Ariel menemuiku. Ternyata tanpa diduga, Ariel mengajakku untuk gabung dalam Peter Pan menggantikan posisi Andhika. Sontak permintaan Ariel membuatku kaget… kesempatan emas, benakku langsung melayang di atas stage, riuh rendah fans, sorak sorai penggemar, dikelilingi cewek-cewek cantik, duit yang banyak… seperti impianku sepuluh tahun yang lalu.

Aku ragu dengan tawaran Ariel, mungkin dia hanya becanda karena masih banyak Bassis lain yang lebih handal dariku, lagian aku sudah lama sekali tidak melatih jari-jariku. Aku mengelak dari permintaan Ariel, “Riel, lo tau sendirikan… gue bukan pemaen Bass, saat di Adlee Accoustic dulu, gue maen ryhtm guitar second melody, kalo mau ngajak… tuh si Bowo pemaen bass kita dulu!.” Jawabku. “Gue tau kim! Tapi gue pernah liat lo maen Bass saat di Kontiki Studio, terus di Danies Studio, juga di teluk buyung Studio… gue demen banget permainan bass lo, makanya sekarang gue ajak lo.” Begitu Ariel membujuk. “Sebulan ini jadwal manggung penuh, sedang pemaen bass belum ketemu yg cocok, gue udah pertimbangkan ma personil lain, mereka juga ngerekomendasiin elo kim!.” Tambahnya.

Saat benakku masih melayang dengan ajakan Ariel, dan dia tahu aku tengah memikirkan ajakannya yang sungguh berat untuk ditolak itu. Dia kembali membujuk, “Gini aja kim, untuk sebulan manggung plus road tour album baru, untuk bulan pertama ini, awalnya lo dapat 150 Juta, itu belum termasuk bonus men!.” Bujukan yg begitu menggiurkan dan meluluhkan azamku.

Batinku sudah menentukan keputusan. Keputusan yang sungguh sangat berat menyangkut impianku yang sudah dalam terkubur dan kupastikan telah menjadi fosil, walau dengan sengaja kutinggalkan, kukubur dan kulupakan.

Namun, baiklah riel… gue terima tawaran elo! Ariel sontak tersenyum bahagia… “Tunggu dulu! Jangan tersenyum dulu, mungkin lo akan kecewa!” tambahku. "Maksud lo…!?!?" tanya Ariel, heran. “Gue terima tawaran elo, namun gue ga bisa gabung dengan Peter Pan, gue merasa terhormat, merasa bangga mendapat tawaran langsung dari elo, namun… dunia gue sekarang beda Riel, gue bukan Reggie Ray lagi, lagian itu nama yang gue bikin dulu, sekarang gue dah kembali ke Hakim, gue Hakim dan hidup gue sekarang disini, di Ma’had, di Pesantren. Lo tau sendiri awal tahun 2000 gue total nggak nge-band lagi, karena hidup gue udah terwakafkan disini. Gue ucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya atas tawaran elo namun gue juga minta maaf karena gue ga bisa ikut gabung di Peter Pan! Iman gue masih lemah, gue nggak akan bisa istiqamah jika kembali dalam dunia itu. Gue rasa lo bisa nemuin yg lebih baik dari gue!.”

Roman muka Ariel terlihat lusuh, kecewa, namun dia mengerti keputusanku, dia menghormati keteguhan hatiku. Setelah bersalaman dan mengucapkan salam, Ariel pun pergi dari hadapanku.

* * * * *

Abdullah Zakian rekan kerja yang dari tadi berada di ruang asatidz/guru dan mendengarkan obrolanku bersama Ariel segera menghampiri. “Wei…!?!?! Syeiiikh… Aaah bodo… kenapa ga diterima saja… jadikan sebagai ladang da’wah…!”

Abdullah terus mengoceh… sampai ocehannya lama-lama ko jadi lain dan aneh… “Wei… oooi… bangun oy… ini kantor bukan tempat istirahat, woooi… bagian ngajar kan sekarang… kim… Hakim… Hakim… tu anak-anak nunggu… ngajar sana…!…. waaah ini orang mimpinya dalem kali ya… mimpi apa kim…. Bangun!?!?! Siang bolong, mimpi… Bangun oooy…. Ngajar tuh…!.”

Astaghfirullahaladzim… rupanya mimpi… duuh ane tertidur di ruang asatidz… dari abis dzuhur tadi, sampe… waaah dam jam 14.00 nih… semalam begadang paginya langsung ngajar… cape!… bagian ngajar ekskul kompi sore ini. "Syukran Ab dah ngebagunin…!."

Alhamdulillah, di mimpi saja ane bisa mengistiqamahkan diri… mudah-mudahan di alam nyata pun keistiqamahan ini sanggup terealisasi…! Amien…!

Comments 7 Comments »

Biru
Wanita shalihah menjadi cahaya bagi keluarganya, melahirkan keturunan yang baik, shalih, dan shalihah serta kan menjadi bidadari didunia dan kelak di akhirat.

Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara faraz-nya. Yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. Katakanlah kepada wanita yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara faraz-nya dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang biasa nampak daripadanya. (An Nuur [24]:31)

Rosulullah SAW bersabda: “Dunia ini adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita yang shalihah.” (HR. Muslim)

Wanita shalihah merupakan penentram batin, menjadi penguat semangat perjuangan suami, semangat ibadah suami. Suami yakin tidak akan dikhianati, kalau ditatap benar-benar menyejukkan hati, jika berbicara tutur katanya menentramkan batin, tidak ada keraguan terhadap sikapnya.

Pada prinsipnya wanita shalihah adalah wanita yang taat pada Allah, taat pada Rasul. Kecantikannya tidak menjadikan tuhmah dan fitnah pada orang lain. Kalau wanita muda dari awal menjaga dirinya, selain dirinya akan terjaga, juga kehormatan dan kemuliaan akan terjaga pula, dan dirinya akan lebih dicintai Allah karena orang yang muda yang taat lebih dicintai Allah daripada orang tua yang taat. Dan, Insyaallah nanti oleh Allah akan diberi pendamping yang baik.

Agar wanita solehah selalu konsisten yaitu dengan istiqomah menimba ilmu dari alam dan lingkungan di sekitarnya dan mengamalkan ilmu yang ada. Wanita yang shalihah juga dapat berbakti terhadap suami dan bangsanya dan wanita yang shalihah selalu belajar. Tiada hari tanpa belajar.

(Ayyub Al Fath )

Comments No Comments »