"Semoga lebih baik ditahun ini!."
"Semoga usaha kita semakin lancar."
"Semoga segala yang kita inginkan terwujud."
"Semoga yang terjadi pada tahun lalu menjadi pelajaran untuk tahun depan."
"Semoga di tahun baru ini, lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya."Dan semoga-semoga yang lainnya.
Ada juga yang berucap, "Saatnya kita berintrofeksi diri akan setahun kemarin, dan mempersiapkan diri untuk tahun yang akan kita jelang."
Pun seorang ustadz berkhotbah,"Kita jadikan tahun baru ini sebagai momentum muhasabatunnafsi, introfeksi diri."
_____________________
Ucapan-ucapan
di atas tentu saja baik sekali, bahkan saya
sendiri mendukung ucapan seperti itu. Yang jadi masalah, kenapa
ucapan-ucapan baik seperti itu hanya terlontar menjelang pergantian
tahun, terlepas apakah itu tahun hijriah atau tahun masehi?!?
Momentum
kah yang dijadikan patokan? Kenapa? Bukankah setiap hari adalah
momentum berharga? Bahkan, bukankah setiap jam, setiap menit, setiap
detik, setiap satuan detik adalah momentum berharga?
Andai setiap "Hari" yang kita jelang bisa berkata tentu dia akan berucap,
Hari kemarin adalah saudaraku yang telah mati
tapi dia akan tetap hidup karena manusia mengisinya
dengan kenangan dan pengalaman; baik itu positif maupun negatif.
Aku adalah Hari yang unik, hidupku hanya 24 jam berganti malam,
setelah itu aku mati dan diganti dengan Hari yang baru.
Manusia yang mengatakan hari-hari merupakan
suatu rutinitas (kebiasaan - hal yang sama) adalah sebuah kedustaan
yang dituduhkan padaku, apa yang mereka lakukan merupakan rutinitas,
sedangkan aku tetap Hari Baru."
Dalam Al-Quran, Allah berfirman,
"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah
setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok
(akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha
Mengetahui apa yang kamu kerjakan." (Qs. Al-Hasyr [59]: 18)
Ayat
di atas mengajak kita untuk selalu berhati-hati (takwa) berintrofeksi
diri dan mempersiapkan agenda untuk esok hari. Kapan itu kita
lakukan?!? Hari ini, ya! Hari ini! Tentu saja. Karena setiap hari
adalah hari baru dan Allah Swt memerintahkan kita untuk memperhatikan
apa yang telah kita lakukan kemarin dan mempersiapkan untuk hari esok,
diantara keduanya adalah Hari Ini.
______________________________________
Bukan untukmu, untuknya, ataupun mereka tapi untukku sebagai renungan.

Entries (RSS)