Archive for August, 2007

Bersyukur, karena “kudeta” itu memberi dampak yang positif.

Adzan maghrib berkumandang, sementara aku dan si Maghrib di tengah perjalanan menuju Masjid. Setelah si Maghrib, vespa tua kuparkirkan, sebelum mengambil air wudlu aku sempatkan melirik ke dalam masjid, ternyata para kasepuhan (para orang tua) yang kemarin hanya mewariskan pertengkaran kini tengah bercengkrama, diiringi obrolan ringan, canda dan tawa renyah menghiasi penantian mereka akan tibanya kumandang adzan Isya.

Setelah sekian lama pemandangan itu tidak pernah kulihat lagi, biasanya setelah shalat berjamaah dan shunnah ba’diyah, mereka pun beranjak tanpa unjuk punggung -sendiri sendiri-. Kini hatiku bisa merasa bangga. Gerimis dalam hati bukan karena aku sedih namun aku bahagia melihat hal itu. Rupanya mereka pun sangat merindukan saat-saat seperti ini. Dimana mereka bisa kembali bercengkrama tanpa harus menyisakan rasa su’u dzon dan prasangka yang lain-lain. Conggah dalam bahasa sunda kembali mereka perlihatkan.

Walau ada satu yang masih mengganjal, namun…

Indahnya ukhuwah…

Semoga untuk selamanya…

Amien… ;-)

Comments No Comments »

Mudah-mudahan ini jalan terbaik yang kami tempuh. Setelah sekian lama menunggu dan menunggu dengan kesabaran, akhirnya, hari inilah puncak dari kesabaran kami selaku generasi muda, generasi penerus yang mencita-citakan kemajuan dan kemakmuran rumah wakaf. Karena sabar bukan berarti diam. Sabar adalah ketika kita berada lurus, sinkron dalam jalan-Nya dan terus berusaha istiqomah dan terus berusaha tanpa kenal lelah dan bosan.

Kepengurusan para sepuh tidak berdampak positif lagi pada perkembangan rumah wakaf ini. Kepemimpinan yang dirasa plin-plan membuat keorganisasian menjadi tak mempunyai fungsi sewajarnya. Program kegiatan tidak berjalan maksimal. Bahkan minimal pun tidak begitu terasa. Kepengurusan dirasa berjalan sendiri-sendiri. Tidak seperti yang diharapkan Allah dalam firmannya, seperti barisan yang tertata rapi. Tapi lebih mirip “ngabring” tak jelas. Masalah yang paling sensitive pun terkesan tertutup, yupz masalah keuangan. Segala kegiatan yang direncanakan generasi mudanya tidak mendapat dukungan, bahkan untuk sekedar tanggapan positif pun tidak ada.

Karena itulah tidak ada lain bagi kami selaku generasi muda rumah wakaf ini untuk mengambil opsi tidak percaya [kayak pemerintahan ajah] pada generasi tua. Benar seperti yang diungkap salah satu iklan di media bahwa Yang Muda Yang Tidak Dipercaya itu terasa sekali bagi kami. Sampai akhirnya Jum’at tanggal 24 Agustus 2007, setelah melalui lobi-lobi antara generasi muda yang gigih memperjuangkan hak dan generasi tua yang masih peduli dan mengerti, kudeta itu pun akhirnya tak terelakkan lagih.

Seminggu, bahkan lebih persiapan kudeta tak berdarah itu dipersiapkan bersama, daku selaku sekretaris “orde lama” pada waktu itu dan rekan-rekan yang mengusung azas reformasi total ditambah generasi sepuh yang mendukung alur perjuangan kami. Teringat kata-kata Ali Bin Abi Thalib bahwa kejahatan yang terorganisir mampu mengalahkan kebaikan yang tak terorganisir dengan baik, kurang lebih seperti itu perkataan beliau yang daku ingat. Alhamdulillah semuanya berjalan lancar seperti yang diharapkan. Tidak lain upaya yang kami lakukan semata untuk kemaslahatan ummat, untuk memakmurkan rumah wakaf yang ditujukan untuk beribadah hanya kepada-Nya.

Kini kepengurusan berada di tangan generasi muda dengan dukungan generasi tua yang peduli dan mengerti jalan da’wah ini. Semoga yang kami lakukan tidak menjadi tuhmah terlebih fitnah bagi ummat yang mungkin mendengar insident kepengurusan rumah wakaf ini. Dan semoga apa yang kami cita-citakan mendapat ridlo dan maghfirah-Nya. Serta semoga apa yang kami lakukan mendapat ampunan dan rahmat dari Allah Swt.

Comments No Comments »

Kapan?

Terlalu sering pertanyaan ituh hinggap di dahan yang terlihat kokoh namun rapuh.
Terlalu sering hingga angin pun mematahkannya.
Insya Allah segera… hanya itu yang mampu terucap….

Comments No Comments »