Archive for November, 2007
Kota kembang di hari Sabtu dan Minggu bagi mereka yang haus akan siraman rohani memang banyak ditawarkan. Mulai dari pengajian umum, yayasan ormas Islam, sampai partai politik mengadakan pengajian setiap Minggu pagi. Ide awalnya mungkin memanfaatkan weekend dimana komunitas metropolis selalu sibuk dengan pekerjaan setiap harinya kecuali ya di hari libur itu.
Minggu pagi itu ane bareng Maghrib vespa antik menuju salah satu pengajian yang sudah biasa didatangi. Karena terlalu siang ane cuman kebagian dipelataran parkir… Jamaah pengajian udah pada bejibun, ga bisa masuk. Namun Alhamdulillah handout yang merupakan potocopyan materi masih bisa ane dapatkan.
Saat pengajian berlangsung terlihat dua orang akhwat asyik menawarkan kalender masehi pada jamaah pengajian dipelataran parkir, menjelang tahun baru, kalender banyak ditawarkan. Cantik, anggun dan jilbabnya juga bagus lebar… (sedang ngaji juga sempet2nya merhatiin, dasar ikhwan!) Bukan begitu mann, bukan merhatiin tapi selintas melihat… meski selintas tapi teuteup keliat kan?
Pada dasarnya ane kurang setuju dengan dua orang akhwat itu. Mereka menawarkan barang (kalender) saat pengajian tengah berlangsung. Ga sopan! Dalam hati, "Coba kalo mereka menawarkan ke ane, insya Allah dengan tegas kan ane katakan bahwa yang mereka lakukan itu tidak sopan dan mengganggu…!!! Bukankah Rasulullah Saw pernah menyatakan, orang yang mengatakan "diam" saja saat khutbah jum’at berlangsung maka dia telah "Lagho" alias amalan jum’atnya sia-sia. Memang itu dalam jum’atan, tapi dasar pelarangan itu tersirat bahwa kita harus memperhatikan khutbah atau ceramah, tidak terganggu oleh hal-hal lain, apalagi kalo sampai mengganggu orang lain.
Tidak disangka ternyata dua akhwat itu benar-benar menghampiri ane,
"Ka, kalendernya ka, bagus ka! Kalo kakak beli kalender ini bukan cuman bagus untuk dipajang dirumah atau dikantor tapi kakak juga telah menyumbang untuk Madrasah yang tengah dibangun ka. Jadi asyik kan ka, belanja sambil beramal!" Begitu tawaran salah satu akhwat cantik itu.
Dalam hati, udah gemes ajah pengen mengungkapkan bahwa mereka sangat tidak sopan dan mengganggu serta menyalahi sabda Rasulullah…! Tapi… banyak orang diantara ane dan dua akhwat itu, ane takut melukai perasaan mereka, ane takut mereka tersinggung walau ane ga kenal dua akhwat itu.
Ane cuman bisa pasang muka sangar bin sadis dan tak berperikemasnusiaan saat keduanya merayu agar ane beli kalender. Secuil senyumpun berat untuk dilepaskan… walau biasanya senyum ane selalu memberi kecerahan hari orang-orang disekeliling, saking manisnya senyum ane inih (Narsis teuteup, hehe)
Rupanya dua akhwat itu belon menyerah mereka masih gigih dengan penawarannya, mungkin karena melihat karisma ane yang OKE (narsis masih teuteup, hehehe). Ane semakin jengkel dengan penawaran mereka, meski senyum manis semanis tebu (otok otok otok) dari dua akhwat itu selalu menghiasi kata-kata yang mereka ucapkan.
Terpaksa, dengan tegas ane tunjukkan sikap ketidaksetujuan dengan mata melotot memandang mereka dan kedua bibir yang masam dengan telapak tangan berisyarat tanda "TIDAAAAK".
Setelah mereka sadar penolakkan ane, mereka pun berlalu dan menawarkan pada seorang bapak-bapak yang ada disebelah ane, saat itu pandangan tajam setajam sileeeet teuteup melotot ke arah mereka, tidak lupa muka masam teuteup dipertahankan… Ntah mereka takut atau apa… keduanya tidak jadi menawarkan pada bapak-bapak itu…. mereka melangkah agak menjauh dan menawarkan kalendernya pada orang lain. Terlihat dikejauhan keduanya saling berbisik dan melihat ke arah ane. Tak peduli apa yang mereka bisikkan.
"Dasar akhwat ga tau sopan santun, mengganggu!" Bisik hati ini. Rupanya bapak disebelah ini mengerti akan sikap ane, "Udah, jangan begitu, mungkin mereka belum mengerti!" Kata bapak penuh karisma itu. Ane cuman tersenyum menanggapi perkataan bapak tersebut.
Kembali khusuk mendengarkan ceramah dari sound system yang terpasang di pelataran parkir.
No Comments »
Posted by: hakimtea in Catatan
Setelah mata ini mengeluh ternyata… deuuuh… siapa lagi ituh yang ngeluh…?
Ternyata bagian tubuh yang biasa kugunakan dudukpun mengeluh. Mungkin sudah saatnya untuk istirahat hampir 18 jam di depan kompi, sedikit joging atau senam-senam kecil untuk melemaskan otot-otot kaku.
Sebenarnya udah lama memang, mau ganti kacamata. Tapi, belon gajian! Mau pinjem ma temen, maluu! Ga biasa minjem atau mungkin ga dibiasakan… yaaa takut jadi kebiasaan. Ngomong2 kalo ngebon ke kantor itu minjem bukan ya…? hehehe. Setelah diitung2, Bon kantor dan lainnya juga masih banyak, kalo sekarang pinjem, yaaa abis atuh ntar gajian.
Setelah tulisan ini bagian pertama. Kacamata masih teuteup sama ga mampu ganti. Lagi kanker mann. Namun keesokan harinya saya bersilaturahmi ngobrol2 ma om Bennie rekan kerja dan sama-sama pengguna kacamata, om ini lebih besar minus 4, saya masih mending cuma satu dan sebelahnya 0.75 cylinder.
Ternyata setelah ngobrol cukup lama, dan saya bilang mau ganti kacamata nih udah ga enak. Om ini pun ternyata sama mau ganti kacamata juga yang udah burem, udah banyak gesekan. Si Om tahu kalo saya yang tahu toko kacamata terbaik dekat jalan ABC, murah dan berkualitas di kota Bandung ini. Beliau bilang, "Nitip deh kalo begitu." Saya bilang, ntar aja om, nunggu akhir bulan ini soalnya lagi kanker nih, belon terima gaji.
"Ga usah nunggu gaji, ane perlu banget!" Kata om Bennie "Ya udah nih duitnya, pinjem punya ane dulu!" Tambahnya. "Ga ah, ntar aja boss!" jawab daku. "Nih duitnya, ente pinjem dari ane tapi pinjeman yang ga usah dibayar!" kata om Bennie. Daku bingung, pinjeman ko ga usah dibayar. Yang namanya pinjem itu kan utang, ya mesti dibayar atuh! "Ini mah pinjemannya spesial, jadi ga usah bayar!" jelas om Bennie. "Maksudnya "nraktir" beli kacamata om?" tanya daku. "Ya, sebut saja begitu!" jawabnya enteng.
Alhamdulillah, dasar nasib lagi untung… "Hey lo mata, awas jangan ngeluh lagi ya, kacanya dah ta’ ganti tuh… gratis lagih, hari ginih kan susah tuh yang gratisan…"
Lumayan, ngurangin beban pengeluaran saat terima gaji yang biasanya abis pake bon.
Hatur tengkiyu to om Benn.
No Comments »
Posted by: hakimtea in Catatan
Habis Jum’atan… kenapa hati pengen pulang… Ada perasaan nggak enak, kenapa ya? Biasanya abis Jum’atan ngumpul, ngobrol-ngobrol dulu di serambi Masjid atau di kantor Qoyyim abis itu online update blog Buletin Jum’at Online atau sekedar browsing, baca-baca artikel dan berita di berbagai situs yang biasa diakses.
Sebelum Ashar daku dah di rumah. Makan siang dulu (gaya), shalat ashar dan istirahat, liat film documentar sambil tiduran. Bablas men, ketiduran! Belum setengah Jam aku dibangunkan suara ledakan besar… BOOOM..!!! "Innalillah… apaan…?" Bom kah? Suara ledakan dahsyat ga terlalu jauh dari rumah. Perasaan daerahku aman dari "teroris".
Suara berasal dari dekat salah satu rumah keluarga besar TNI. Mungkinkah granat tangan yang dimiliki pak kolonel (begitu dia akrab disapa) meledak? Granat berbentuk nanas yang berdaya ledak tinggi (high explosif) beradius sekitar 25 meter. Karena memang jarak rumah kolonel dengan rumahku beradius sekitar itu.
Ataukah bahan peledak yang biasa digunakan militer (C-4) yang dimiliki pak kolonel meledak. C-4 yang lebih umum 1.34 berbanding Trinitrotoluena atau TNT yang berhasil mencapai popularitas karena sering diungkap diberbagai media termasuk film-film Holywood dan games itu yg meledak.
Yang jelas suara ledakan itu begitu dekat. Daku cepat berhambur keluar menuju arah ledakan. Cukup jauh… Ternyata bukan dari rumah pak kolonel tapi suara itu berasal dari gang depan Gor Abadi (lapangan Bulutangkis, 10 Meter dari rumah pak kolonel dan kurang lebih 30 meter dari rumahku).
Aku lihat darah berceceran di tanah dan di tembok…! Hampir tak tahan melihatnya, darah kental berwarna merah kehitaman… Tanpa komando gang itu dipenuhi warga yang penasaran ingin melihat apa yang terjadi.
Belum jelas apa yang meledak; ada yang mengatakan tabung gas, ada juga yang menyebut lain-lain. Setelah bertanya pada pat RT Rupanya ledakan itu berasal dari Tabung las karbit. Ada tukang las yang tengah bekerja di dekat Gor sana. darah berceceran berasal dari tubuh tukang las yang naas itu daging bersimbah darah kental terlihat keluar dari pipinya, ia sempat sadar dan berlari dari gang sebelum akhirnya roboh pingsan dan oleh warga yang kebetulan berada disana segera dilarikan ke RS terdekat, kemungkinan besar ke RS Rajawali Bandung.
Yang aku baca di Metro TV Online, Sindo dan Okezone.com hal ini terjadi dua jum’at yang lalu (02/11/2007) di Medan, tabung las karbit di bengkel Mitra Karya, Jalan
Perjuangan No 33, Medan, sekitar pukul 09.45 WIB, kemarin, meledak. Menewaskan seorang pekerja, Humusor (Gusor) Siahaan, 39,
warga Jalan Masjid No 54, Kel Medan Estate, Kec Percut Sei Tuan, Kab
Deliserdang, meninggal dalam perjalanan menuju RSU Pirngadi Medan.
Korban tertusuk sebuah pipa besi yang menembus punggung kiri hingga
dada kanan. Selain itu, lutut kanan koyak terkena hantaman lempengan
besi tabung.
Lebih jauh bulan Juli 2005 lalu tepatnya tanggal 14, Suara Merdeka memberitakan Bengkel las Imron yang berada di Jalan Letjen Suprapto,
Desa Pasarbatang, Kecamatan Brebes, Kamis 14/7/2005 pagi sekitar pukul 08.30
sempat menjadi perhatian warga setempat. Sebab, salah satu tabung las yang
berada di tempat itu tiba-tiba meledak hingga menimbulkan suara keras.
Akibat dari ledakan tersebut, Nurudin (30), salah seorang karyawan bengkel
tewas di tempat dengan kondisi cukup mengenaskan.
Sampai saat ini daku belum tahu bagaimana keadaan tukang las naas tersebut. Inikah kenapa hatiku ingin pulang? Menyaksikan tragedi ini… Innalillah… kecelakaan memang bisa terjadi kapan dan dimana saja… sudah menjadi takdir. Mudah-mudahan kita terhindar dari hal-hal yang tidak kita inginkan, semoga Allah Swt., senantiasa melindungi. Amien!
Jum’at, 16 November 2007
No Comments »
Posted by: hakimtea in Catatan
Sudah dua minggu lebih mata ini mulai mengeluh dan merintih,
“Mamen… boss! Aku pusing boss…!”
Itu saat daku tengah asyik membaca buku-buku yang kemaren beli di pameran Komputer Landmark Braga Bandung, lumayan ada diskon up to 20%…!
Buku-buku untuk membangun sebuah web yang direncanakan Koordinator Lab Kompi sekolah tempat daku mengajar; mulai dari buku Jalan Pintas Menguasai Flash MX, Membangun Website Interaktif Sekolah, Panduan Pengembangan WEB Berbasis Javascript & CGI, Movie & Game Computer Graphics Dengan Flash MX, Macromedia Dreamweaver MX, termasuk mengulang lagi buku-buku tutorial Adobe Photoshop CS dan Adobe Image Ready CS.
“Mamen… boss! Aku pusing boss…!” Kembali mataku mengeluh.
"Bentar dong…! Plis deh ah…!" Jari-jariku menjawab, membelaku dari keluhan mata ini.
"Boss kita lagi asyik nulis catatan di blog friendsternyah, daku pun cape tao…! Mesti pencet-pencet tombol keyboard seharian, beres ketikan satu pindah ke ketikan laennyah… capeee deeeeh… makanyah, sabar dikit doong men…! Kita juga sama cape, puciiiiing…!" Sambungnya.
Ide membeli buku ini memang inisiatif sendiri tanpa ada suruhan. Daku memang suka hal-hal yang baru. Kalo selama ini weblog yang banyak digeluti karena begitu mudah, tinggal posting langsung jadi atau ganti template yang udah tersedia atau cari free template yang disediain berbagai komunitas blog kemudian download dan pasang di blog kita, cantik udah tampilannya… ya tinggal ubah kode htmlnya dikit-dikit biar lebih match gituh.
“Mamen… boss! Aku juga sama pusing boss…!”
Ada suara berbeda menyahut dari puncak tubuhku. Aku pastikan suara itu bukan mataku yang tadi mengeluh pusing…. siapa dia…? Oooow rupanya "Sang otak" juga ikut mengeluh.
“Mamen… boss! Aku juga sama ma mereka… pusing boss…! Pengap… susah menghirup udara segar… sesek… pengen dong boss isap udara tanpa polusi…!” Paru-paruku pun ikut menimpali. Namun kembali jari-jariku membela.
"All guys…! Bisa sabar gak seeeeh…! Kita semua memang punya privasi tersendiri…! Kita memang mempunyai HAM untuk membela diri kita masing-masing tapi ingat HAM kita terbatasi dengan HAM orang laen… dan HAM kita ditentukan oleh boss kita, dia yang berhak menentukan segalanyah." Begitu lantangnya jari jemariku membela, seolah-olah dia seorang lawyer yang siap membelaku kapan saja.
Biarkan saja mereka pada mengeluh yang jelas sekarang ada tantangan baru, yaitu tadi, membuat website yang tentu saja lebih susah dari blog (setidaknya itu menurut daku) yang masih dasar pemahaman tentang HTML, PHP, CGI, CSS… dan sebagainya.
Para alumni sekolah dan siswa yang masih aktif pada tingkat akhir tentu saja akan dilibatkan, toh banyak kemajuan sekolah yang backgroundnya karena para alumninya yang siap membantu dan bekerja segenap kemampuan mereka. Tapi sebelumnya ya daku dulu dah yg mempelajari biar ntar ga lelet waktu bimbing mereka. Alhamdulillah dah banyak alumni yang pinter-pinter bahasa html model ginian, tinggal kumpulin mereka dan kita siap bangun sebuah website interaktif sekolah.
“Mamen…! Daku beneran pusing boss…!”
Kembali mata ini mengeluh. Padahal daku tengah asyik berselancar di dunia maya; searching, browsing, reading hal-hal untuk menambah wawasan mengenai membangun sebuah web.
“Oooh Mamen…! Suer deh…! Daku beneran pusing boss…!”
IYAAA DAKU DENGAR…! ENTAR DAKU PERIKSA DEH..! Bentakku sambil melepas kacamata yang membantunya melihat dan membaca dengan jelas. Baru mata ini terdiam.
"Bosss…! Bosss…! Aku pegel Boss… Suer deh Boss, PEGEL BANGET…!"
Aduuuh… siapa lagi ituh yang ngeluh…?
………………………………………………………………………….
[To be Continued... Bagian kedua]
No Comments »
|