Kota kembang di hari Sabtu dan Minggu bagi mereka yang haus akan siraman rohani memang banyak ditawarkan. Mulai dari pengajian umum, yayasan ormas Islam, sampai partai politik mengadakan pengajian setiap Minggu pagi. Ide awalnya mungkin memanfaatkan weekend dimana komunitas metropolis selalu sibuk dengan pekerjaan setiap harinya kecuali ya di hari libur itu.

Minggu pagi itu ane bareng Maghrib vespa antik menuju salah satu pengajian yang sudah biasa didatangi. Karena terlalu siang ane cuman kebagian dipelataran parkir… Jamaah pengajian udah pada bejibun, ga bisa masuk. Namun Alhamdulillah handout yang merupakan potocopyan materi masih bisa ane dapatkan.

Saat pengajian berlangsung terlihat dua orang akhwat asyik menawarkan kalender masehi pada jamaah pengajian dipelataran parkir, menjelang tahun baru, kalender banyak ditawarkan. Cantik, anggun dan jilbabnya juga bagus lebar… (sedang ngaji juga sempet2nya merhatiin, dasar ikhwan!) Bukan begitu mann, bukan merhatiin tapi selintas melihat… meski selintas tapi teuteup keliat kan?

Pada dasarnya ane kurang setuju dengan dua orang akhwat itu. Mereka menawarkan barang (kalender) saat pengajian tengah berlangsung. Ga sopan! Dalam hati, "Coba kalo mereka menawarkan ke ane, insya Allah dengan tegas kan ane katakan bahwa yang mereka lakukan itu tidak sopan dan mengganggu…!!! Bukankah Rasulullah Saw pernah menyatakan, orang yang mengatakan "diam" saja saat khutbah jum’at berlangsung maka dia telah "Lagho" alias amalan jum’atnya sia-sia. Memang itu dalam jum’atan, tapi dasar pelarangan itu tersirat bahwa kita harus memperhatikan khutbah atau ceramah, tidak terganggu oleh hal-hal lain, apalagi kalo sampai mengganggu orang lain.

Tidak disangka ternyata dua akhwat itu benar-benar menghampiri ane,

"Ka, kalendernya ka, bagus ka! Kalo kakak beli kalender ini bukan cuman bagus untuk dipajang dirumah atau dikantor tapi kakak juga telah menyumbang untuk Madrasah yang tengah dibangun ka. Jadi asyik kan ka, belanja sambil beramal!" Begitu tawaran salah satu akhwat cantik itu.

Dalam hati, udah gemes ajah pengen mengungkapkan bahwa mereka sangat tidak sopan dan mengganggu serta menyalahi sabda Rasulullah…! Tapi… banyak orang diantara ane dan dua akhwat itu, ane takut melukai perasaan mereka, ane takut mereka tersinggung walau ane ga kenal dua akhwat itu.

Ane cuman bisa pasang muka sangar bin sadis dan tak berperikemasnusiaan saat keduanya merayu agar ane beli kalender. Secuil senyumpun berat untuk dilepaskan… walau biasanya senyum ane selalu memberi kecerahan hari orang-orang disekeliling, saking manisnya senyum ane inih (Narsis teuteup, hehe)

Rupanya dua akhwat itu belon menyerah mereka masih gigih dengan penawarannya, mungkin karena melihat karisma ane yang OKE (narsis masih teuteup, hehehe). Ane semakin jengkel dengan penawaran mereka, meski senyum manis semanis tebu (otok otok otok) dari dua akhwat itu selalu menghiasi kata-kata yang mereka ucapkan.

Terpaksa, dengan tegas ane tunjukkan sikap ketidaksetujuan dengan mata melotot memandang mereka dan kedua bibir yang masam dengan telapak tangan berisyarat tanda "TIDAAAAK".

Setelah mereka sadar penolakkan ane, mereka pun berlalu dan menawarkan pada seorang bapak-bapak yang ada disebelah ane, saat itu pandangan tajam setajam sileeeet teuteup melotot ke arah mereka, tidak lupa muka masam teuteup dipertahankan… Ntah mereka takut atau apa… keduanya tidak jadi menawarkan pada bapak-bapak itu…. mereka melangkah agak menjauh dan menawarkan kalendernya pada orang lain. Terlihat dikejauhan keduanya saling berbisik dan melihat ke arah ane. Tak peduli apa yang mereka bisikkan.

"Dasar akhwat ga tau sopan santun, mengganggu!" Bisik hati ini. Rupanya bapak disebelah ini mengerti akan sikap ane, "Udah, jangan begitu, mungkin mereka belum mengerti!" Kata bapak penuh karisma itu. Ane cuman tersenyum menanggapi perkataan bapak tersebut.

Kembali khusuk mendengarkan ceramah dari sound system yang terpasang di pelataran parkir.

No Responses to “Dua Akhwat Pengganggu”
  1. Hehehe
    iya seh..kadang hal begitu banyak terjadi dan memang mengganggu, apalagi iklan life tersebut ga pake aba-aba “after this commercial break” atow “tunggu setelah pesan-pesan berikut” oleh sang pembicara..terlebih yg iklan akhwat yg secara fitrah dicipta dg segala potensinya utk bisa “eye catching”

    Sebenernya ada kalanya perlu juga bilang “TIDAK” secara lebih berani or at least mengungkapkan kebenaran dengan lebih transparan..misalnya aja dengan catatan kecil di secarik kertas, sekedar mengingatkan. well, apapun responnya kan kita tidak berusaha mempermalukan beliaunya di depan orla dan klo yg bersangkutan sadar ya alhamdulillah..klo ga..at least kebenaran tersampaikan..bahwa kadang do things at the right time and place tu perlu diperhatikan :)

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>