“Uszaen udah melahirkan kang..!!!” Teriak Opick di Gedung Utara Qoyyim lantai 4, ketika saya dan si maghrib baru memasuki halaman gedung ini. Teriakannya mematikan gerungan si maghrib yang biasanya vokal lantang bersuara. “Kapaaan..??” teriakku tak mau kalah hingga si maghrib kaget dan terdiam. “Tadiii… sebelum lohor kang!” jawab Opick semangat. “Uszaen apa istrinya yang melahirkan…???” tanyaku. Opick malah tertawa terbahak…
Saking semangat nyampein berita, sampe keliru siapa yang melahirkan; Uszaen apa istrinya…. ya jelas istrinya donks! Maklum, semangats! ;-p
Uszaen nama panggilan kita pada Ust Usep Zaenudin, senior, sesepuh kita di kampung Qoyyim, tempat kita berbagi cerita, tempat kita minta nasihat dan pendapat.
Sebelum Maghrib bareng si Maghrib dan Mushtopa alumni qoyyim, nyempetin diri ke Rumah Sakit Bersalin (RSB) Pajagalan. Tadinya mau ba’da Ashar tapi hujan gak reda-reda mengguyur kota kembang ini dengan derasnya.
Sampe dilantai 3 ruang nifas, Ustad Uszaen menyambut dengan senyum bahagia. “Kim, ga nyangka, seperti mimpi… hampir 15 tahun si Lela kini punya adik lagi.” Rona bahagia terlihat jelas di wajah Ustad. Aku tengok bayi mungil itu… “Waaaah… ganteng banget bu, mirip bapaknya!” Seruku pada istri Uszaen. Beliau tersenyum. Putra Uszaen kini dua; Lela yang udah kelas 2 Aliyah, dan mujahid mungil yang baru terlahir dengan tangis dan senyum kita. Semoga dia kembali dengan senyum dan tangis orang2 yang kehilangannya. Amien!
Adzan maghrib berkumandang. Selesai shalat maghrib, kita mampir di kedai kopi depan RSB. Lantunan Murattal Syeikh Jibriel dengan Juz ‘ammanya terdengar dari radio kecil pemilik kedai kopi. Tumben..!!! Biasanya kedai-kedai seperti ini paling banter “Neng! Dangdutan nyok - nazis lho!” yang menggema, lha ini? Syeikh Jibriel gitu lho!
Kopi tiga kang..! [-0^0-]

Entries (RSS)