Logo_warna“Angkatan Awal dan kita telah melakukan mediasi kang dengan berbagai elemen”, demikian jawab Setia Mantan ketua PK saat ku konfirmasi bakal calon (balon) ketua umum Iappi. Beberapa nama diusung sebagai balon.

Ba’da Ashar ini kita berkumpul untuk membulatkan suara. Diserambi Masjid Al-Ihda, beberapa pentolan angkatanku hadir dalam suasana yang tidak terlalu formal seperti biasa, lemparan canda masih mengiringi jalannya pembahasan yang cukup berat ini.

Nama pertama jelas tidak aku setujui dan tanpa tebang pilih aku sebutkan kekurangannya sebagai “Calon Ketua Umum”. Aku tidak suka akhlaknya sebagai calon apalagi sebagai ketua nantinya. Ternyata semuanya sepakat dengan pendapatku. Nama kedua membuatku optimis visi ke depan, tapi masih ada yg mengganjal, karena bahasa tubuh dari beberapa orang yang hadir ini seperti menyimpan sesuatu.

“Dari angkatan kita?” Pertanyaanku memancing perhatian mereka. Ternyata, memang Setia sempat termediasi oleh angkatan Awal sebagai balon untuk musyum ini. Meskipun hampir semua yang hadir sepakat untuk mengusung Setia dari angkatan kita sendiri ternyata alur “politik” yang ditunjukannya cukup membuatku memahami apa yang terjadi.

Sementara kembali masing-masing mengajukan pendapatnya mengenai calon ketua ini, pikiranku melayang akan sosok yang tidak bisa mengajukan dirinya untuk menjadi pemimpin meskipun dia kompatible untuk posisi tersebut. Sabda suci Nabi masih terjunjung tinggi untuk tidak memilih seseorang yang mengajukan dirinya pada satu posisi. Atau pun mengajukan diri sendiri untuk dipilih.

“Kita tidak bisa melakukan manufer nantinya kang! Sementara tuntutan dari berbagai pihak akan membuat kita menelantarkan angkatan sendiri. Sementara saya dan Setia masih mempunyai utang agenda kerja yang belum terealisasi pada angkatan kita.” Rizki menperjelas peta politik yang mungkin saja terjadi nanti.

Rifni, dari kaum hawa mengajukan kebingungannya dengan keadaan ini. Dia menganggap perkataan Setia tengah memutar, dan aku pun memang menganggap demikian. Dia menyatakan tidak perlu mengkhawatirkan yang akan terjadi nanti, lagian jika nama kedua ini yang naik siapa yang bisa menjanjikan dari angkatannya bisa kembali aktif seperti yang disebut-sebut Rizki, sedang kebanyakan yang aktif dari angkatan kita, kenapa tidak sekalian saja dari angkatan kita yang menjadi ketua umum dan tentu saja kita semua yang hadir disini tidak saja membulatkan suara untuk rekan kita dan bukan hanya sekedar mendukung tapi siap pula bekerja membantu nantinya.

“Medan kerja kita belum jelas kang, wacana-wacana masih tetap saja bergulir, kita bukan otonom dari pusat… Anggapan-anggapan miring masih tetap mengalir dari beberapa pihak. Saya lebih senang bergerak dalam bidang sosial karena kecenderungan kita memang ke arah sana, kita ingin menunjukkan bahwa meskipun bukan otonom kita bisa berdiri sendiri dan membuat gebrakan-gebrakan yang tidak pernah mereka pikirkan.” Papar Setia.

Setelah semua pendapat menunjuk namanya di pertegas dengan pendapatku sendiri untuk membulatkan suara dan menunjuk Setia sebagai Balon akhirnya dia membuka diri dan mengambil suatu harapan, “Ok, mungkin saat ini suara bulat pada saya, tapi terus terang saya tidak siap untuk menjadi ketua umum, saatnya nanti beberapa panelis akan hadir dengan berbaga macam pertanyaan dan ujian, dan saatnya nanti Anda semua akan melihat siapa diantara balon yang mempunyai visi dan misi ke depan yang bagus untuk program Iappi ke depan, saya tidak ingin Anda terpaksa memilih saya setelah mendengar visi misi yang lain lebih baik dan lebih bagus dari saya, jika memang Anda semua yakin akan visi misi dari balon yang lain silahkan pilih dia, tidak perlu merasa malu akan pembulatan suara pada pertemuan ini.”

Dalam benakku, siapapun ketua umum nanti, kita pasti harus menghormati dan bersama-sama membantunya. Karena perjuangan ini bukan untuk perorangan, perkelompok, ataupun keuntungan beberapa pihak tapi perjuangan untuk kita bersama dan seluruh umat.

Siapapun dia, semoga dapat mewarnai umat. Siapapun dia, semoga mampu mengangkat nama Iappi kembali, mengharumkan namanya. Siapapun dia, semoga Allah Swt senantiasa membantunya.

No Responses to “Mediasi Untuk Calon Ketua Iappi”
  1. Kalau belajar dari sejarah pemilihan Abu Bakar sebagai khalifah pertama, itu betul2 sebuah pelajaran paling bagus. Ketika Abu Bakar terpilih, semua membantu…termasuk mereka yang awalnya pun tidak setuju. Nah, ‘budaya’ ini rupanya sudah mulai hilang ya?

    Btw, Agenda IAPPI naon wae sih?

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>